Prodi Informatika UIN Saizu Gelar Studium General “Artificial Intelligence & Machine Learning: Peran dan Aplikasi pada Komputasi Cerdas”

Purwokerto — Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Studium General bertema “Machine Learning dan Artificial Intelligence dan Aplikasinya dalam Bidang Komputasi Cerdas” pada Senin, 21 September 2026, pukul 09.00–11.45 WIB, bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan BLU, Kemenag Berdampak, dan Pusaka.

Acara menghadirkan narasumber Dr.rer.nat. Bambang Heru Iswanto, M.Sc, dosen dan peneliti bidang Machine Learning dan AI dari FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dr.rer.nat. Bambang Heru Iswanto menempuh pendidikan doktoral (Dr.rer.nat) di bidang Teoretische Informatik, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Elektro, Technische Universität Berlin (TUB), Jerman (2005). Sebelumnya, ia meraih gelar M.Sc di bidang Fisika Komputasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997, dan gelar Drs. dari Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta (1992).

Dalam kariernya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Pendidikan Fisika UNJ, dosen Program Magister Teknik Informatika di Binus University, programmer di Fraunhofer Institute Jerman, serta konsultan IT untuk Asian Development Bank (ADB).

Fokus riset Dr. Bambang Heru meliputi Machine Learning, Sistem Cerdas, dan Pendidikan Fisika, dengan beberapa penelitian terbarunya antara lain:

  • Rancang bangun portable e-nose berbasis AI untuk pengujian kualitas pangan (2024)
  • Sistem pengenalan suara perintah real-time berbasis AI untuk kendaraan pintar (2023)
  • Klasifikasi tutupan lahan berbasis citra Landsat-8 menggunakan SLIC-Convolutional Neural Networks (2022)
  • Deteksi daun teh berbasis computer vision menggunakan wavelet dan fuzzy fusion (2021)

Dalam paparannya, Dr. Bambang Heru mengulas perjalanan AI dari konsep dasar hingga perkembangan mutakhir. Ia membuka sesi dengan analogi Piramida Maslow, menempatkan konektivitas (WiFi) dan AI Generatif sejajar dengan kebutuhan dasar manusia di era digital, sekaligus memaparkan berbagai penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari seperti asisten suara, navigasi pintar, layanan kesehatan, hingga rekomendasi belanja.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara pemrograman tradisional dan Machine Learning, jika pemrograman biasa bergantung pada aturan eksplisit yang ditulis programmer, ML memungkinkan sistem menemukan pola sendiri dari data. Konsep ini diperkuat dengan sesi demo interaktif menggunakan platform Teachable Machine dari Google, di mana peserta diajak memahami tahapan membangun model pengenal objek sederhana: pengumpulan data, pelatihan model, pengujian, hingga eksperimen ketahanan model terhadap perubahan kondisi.

Materi juga mencakup tiga pendekatan utama Machine Learning (supervised, unsupervised, dan reinforcement learning), perbedaan Machine Learning dengan Deep Learning, serta studi kasus penerapan AI di bidang mobil otonom, pencitraan medis, hingga riset electronic nose (e-nose) yang dikembangkan langsung oleh narasumber di Program Studi Magister Pendidikan Fisika UNJ.

Pada bagian akhir, pembicara memaparkan evolusi menuju AI Generatif dan Large Language Model (LLM), menjelaskan cara kerja LLM melalui prediksi kata berbasis data teks masif, serta memperkenalkan konsep Agentic AI, pergeseran dari sistem yang sekadar menjawab pertanyaan menuju sistem yang dapat merencanakan dan bertindak secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu. Ia turut mengingatkan peserta akan pentingnya berpikir kritis di tengah kemudahan AI, dengan mengutip temuan penelitian “Your Brain on ChatGPT” (Kosmyna et al., 2025) mengenai potensi penurunan aktivitas kognitif akibat ketergantungan pada asisten AI dalam tugas menulis.

Ketua Program Studi Informatika, Anas Azhimi Qalban, M.Kom., menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Mahasiswa Informatika harus paham betul bagaimana AI dan Machine Learning bekerja, bukan sekadar menjadi pengguna, tapi juga calon pengembangnya. Studium General seperti ini kami harapkan bisa membuka wawasan mahasiswa sekaligus memantik mereka untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat ini,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Kholid Mawardi, M.Hum., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menghadirkan pakar seperti Dr. Bambang Heru adalah bentuk komitmen fakultas untuk terus memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya di bidang komputasi cerdas yang menjadi salah satu arah pengembangan Saintek ke depan. Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat kami yang progresif dan integratif, dan kami berharap dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Studium General yang mengangkat tema Artificial Intelligence dan Machine Learning ini menjadi salah satu upaya nyata Program Studi Informatika UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam membekali mahasiswa dengan wawasan teknologi terkini. Melalui pemaparan yang komprehensif dari Dr.rer.nat. Bambang Heru Iswanto, mulai dari konsep dasar AI dan Machine Learning, penerapannya di berbagai bidang, hingga perkembangan mutakhir seperti AI Generatif dan Agentic AI, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat peluang dan tantangan dalam mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan secara bertanggung jawab. Dukungan penuh dari Kaprodi Informatika dan Dekan Saintek juga menegaskan komitmen institusi untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman, guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era komputasi cerdas.

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!
#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #Purwokerto #KampusHijau #SaintekUINSaizu

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berapa 6 + 7 ?
Mohon hitung penjumlahan di atas untuk mengirim komentar.
SAINTEK