PURBALINGGA – Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Rio Alwi Syahputra, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, sukses mengukir catatan manis dengan meraih Silver Medal pada ajang bergengsi Seiba International Festival ke-4 Tahun 2026.
Rio, yang merupakan mahasiswa Program Studi Informatika, tampil cemerlang di cabang olahraga Pencak Silat kategori Tunggal Baku IPSI Putra. Kategori ini tergolong sebagai salah satu nomor pertandingan yang paling kompetitif dan membutuhkan tingkat disiplin tinggi, sebab setiap atlet diwajibkan memperagakan rangkaian jurus tunggal baku secara presisi sesuai dengan standar baku Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Dalam nomor pertandingan ini, tim juri melakukan penilaian secara ketat yang mencakup lima indikator utama. Aspek tersebut meliputi ketepatan teknik gerakan, tingkat kekuatan (power), keseimbangan tubuh saat mengeksekusi jurus, penghayatan nilai-nilai seni bela diri, serta kepatuhan penuh terhadap durasi dan aturan baku yang telah ditetapkan oleh federasi. Penampilan penuh percaya diri dan stamina yang terjaga sepanjang pertandingan menghantarkan Rio mengamankan posisi podium kedua.
Perhelatan SeIBa International Festival ke-4 Tahun 2026 berlangsung selama sepekan penuh, terhitung mulai tanggal 7 hingga 13 Juli 2026. Berlokasi di kampus UIN Imam Bonjol Padang sebagai tuan rumah penyelenggara, ajang tahunan ini diikuti oleh puluhan delegasi perguruan tinggi terkemuka, baik dari lingkup nasional maupun mancanegara.
Festival internasional ini dirancang bukan sekadar sebagai arena adu ketangkasan olahraga, melainkan juga sebagai sarana diplomasi budaya, kolaborasi akademis, dan pelestarian nilai-nilai tradisi. Selain cabang olahraga pencak silat, SeIBa International Festival 2026 turut menghadirkan pelbagai panggung kompetisi ilmiah, unjuk seni pertunjukan, dan eksibisi budaya. Kehadiran peserta dari pelbagai negara menjadikan ajang ini platform strategis untuk mempererat tali persaudaraan antarperguruan tinggi sekaligus memperkenalkan warisan budaya Nusantara ke gelanggang global.
Keberhasilan Rio menyabet medali perak ini tidak diraih secara instan. Pencapaian tersebut merupakan buah dari dedikasi yang konsisten, porsi latihan yang intensif, serta semangat juang tinggi yang terus dipelihara selama masa persiapan. Di tengah kesibukannya menjalani perkuliahan di Jurusan Informatika, Rio tetap mampu membagi waktu secara profesional untuk menjaga kebugaran fisik dan mematangkan teknik jurusnya.
Hasil manis ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Rio, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi capaian Kontingen UIN SAIZU Purwokerto serta mengangkat reputasi Fakultas Saintek di kancah internasional.
Keberhasilan ini disambut hangat oleh pihak pimpinan universitas dan pengelola fakultas. Torehan medali perak ini diharapkan dapat menjadi amunisi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Saizu Purwokerto untuk terus mengeksplorasi potensi diri, berani keluar dari zona nyaman, dan aktif berpartisipasi dalam pelbagai ajang kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan bakat mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, guna melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi serta kebudayaan bangsa.
